Kamis, 14 April 2011

"Diantara Resah"


“Kepercayaan” adalah sebuah kata yang telah tersimpan saat aku masih duduk di bangku SD. Dan saat aku mempelajari apa maknanya, aku merasa kembali teringat saat kakekku bercerita tentang masa mudanya kepadaku. Dia sering kali bercerita tentang sejarah Negara yang masih saja kita bela sampai saat ini. Apalagi kalau dia sedang becerita mengenai bapak Presiden pertama kita yang biasa disebut oleh orangorang pada saat itu dengan sebutan “Putra Sang Fajar”. Dan akupun masih ingat saat dengan semangatnya bertanya kepadanya (kakekku) “pean seneng nang pak Karno ta mbah?” yang berarti “Kamu suka pada pak Karno ya Kek?” dan dia hanya menganggukkan kepalanya.

Dan dalam waktu sepersekian detik setelah aku bertanya aku sudah punya pikiran jika beliau (kakekku) adalah penggemar berat Presiden Pertama RI tersebut. Awalnya sih aku hanya menganggap itu hanya sebagai sebuah cerita tentang kepahlawanan seorang yang telah mampu mempersatukan Negara kita ini. dan cerita kakekku itu juga telah membantuku dalam mempelajari mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial :Red) yang telah menjadi salah satu mata pelajaran yang paling aku suka, hingga aku mampu menjadi wakil dari daerahku dalam lomba “Cerdas Cermat” antar SD setingkat Kabupaten.

Sampai saat inipun kakekku masih saja bersemangat saat ia aku tanyai tentang kisahkisah kemahsyuran Presiden pertama kita ini. Mulai dari kehidupannya, pemikirannya, hingga certa keruntuhan pamor “Putra Sang Fajar” tersebut. Dan kakekku pun masih mampu bercerita secara runtut tentang Presiden pertama kita ini. Dan tanpa pernah aku sadari kisah itu juga mulai berpengaruh dalam cara berfikirku dan sudut pandangku ketika aku mendapat pertanyaan tentang Presiden pertama kita ini. Dan tanpa pernah aku menyadari juga aku juga mulai kagum kepadanya entah sejak kapan dan mulai kapan. Sampaisampai aku punya anggapan bahwa tak ada seorangpun yang mampu memimpin seperti beliau.(subjektiv banget yah..??? hehe)

Sebenarnya juga bukan dari kakekku saja aku memimiliki pemikiran seperti yang disebut diatas. Selain kakekku ada beberapa orang yang juga sama seperti kakekku, malahan dia yang selalu meminjamiku buku bacaan tambahan untuk wawasan saja (katanya sih begitu, hehee) dan kalian tahu buku apa yang mereka pinjamkan kepadaku, hehm,,, buku-buku itu salah satunya berjudul “Sarinah” (wah,,, Semakin kagum saja aku pada beliau). Dan dengan perasaan bungah aku menerima buku itu. Bagaimana bisa tidak bungah, aku yang notabene pada saat itu masih duduk di bangku SMP sudah di pinjami sebuah buku yang terbit entah kapan itu (lupa tahun pembuatannya hehehe). Anugerah atau bukan aku tak tahu, yang jelas aku semakin mengagumi beliau dan semua karyanya termasuk Ideology negara kita ini “Pancasila”

Mungkin hal ini sejalan dengan pemikiran Marx tentang “Ideologi” atau yang oleh penerusnya “Althuser” disebut dengan Ideological State Apparatus. Atau yang biasa oleh orangorang sebut dengan “Kepercayaan” atau lebih tepatnya Iman, atau apalah aku masih belum banyak tahu tentang apa itu ideologi. Dan yang aku tangkap dari berbagai tulisan yang bercerita tentang sebuah “Kepercayaan” atau yang lebih kerennya disebut dengan Ideologi itu bahwa, ideologi itu berjalan beriringan dengan kesadaran setiap manusia dan pengalaman mereka dalam menjalani kehidupan ini. Dan mungkin juga bisa dianggap kalau itu juga sebuah bentukan pribadi manusia karena seringnya mereka mendengar, melihat dan membaca yang tak pernah diketahui siapa yang membentuk mereka seperti itu. Hingga lamunan, pikiran, perbuatan mereka selalu manut atau sesuai dengan pola bentukan sebuah ideologi tersebut.

Terlepas itu sebuah anugerah atau bukan, musibah atau rahmat sekalipun, sebenarnya itu juga menjadi sebuah polemik bagi diri manusia yang sadar akan siapa dirinya dan siapa yang membuat mereka. Terlalu percayapun terkadang juga semakin membuat kita terjebak lebih jauh kedalamnya. Manusia itu menurut pandanganku diciptakan untuk selalu resah dan penuh dengan berbagai macam pertanyaan yang ada didalam otaknya. Mulai dari pertanyaan yang paling mendasar “Siapa saya?”, “Untuk apa?” dan pertanyaanpertanyaan yang lain yang terkadang tanpa kita sadari muncul deras dalam otak kita. Aku masih ingat katakata salah seorang guruku yang tak lain adalah orang tuaku sendiri, mereka berkata yang pertama “jangan pernah percaya 100% kepada siapapun dan apapun, karena jika kamu nanti lengah maka mereka akan memanfaatkan dan mengambil sesuatu dari dirimu.” Yang kedua “Resahlah,, karena dari sebuah keresahan itu, dirimu akan semakin dekat dengan jawaban atas pertanyaanmu, dan yang terakhir adalah “Berfikirlah dengan tenang dan rileks karena dengan begitu keyakinan itu akan muncul dan jangan lupa perbanyaklah menyebut nama Tuhan kita, karena dia selalu dekat dan membantu kita kapanpun dan dimanapun” (Lho… Kok nyambung masalah keresahan piye seh.. gak po2 wes.. kadung tertulis eman yang mau ngapusnya)

Weits,,, Sudah pagi ternyata,,, Ehm,,, sudah dululah cuapcuapnya,,, capek saya.. dan saya sekarang hanya ingin terus resah dan resah, tapi tetap dengan pikiran rileks tentunya sambil menikmati segelas kopi sambil memandang sekolah tempat adiku yang sebentar lagi akan menghadapi “Ujian Akhir Nasional”. Semoga engkau lulus dengan nilai memuaskan yah ndul,,, dan ingat ini bukan akhir dari Belajar. Selalu semangat akan halhal baru dan jangan lupa selalu lapar akan sebuah ilmu. Karena ilmu itu tak akan pernah habis dan pasti akan selalu bertambah. Dan ketika ilmu kita bertambah maka keresahankeresahan itu akan lebih sering muncul dalam otak kita.. Semangat Ndul do’a ku dan kedua orang tua kita selalu menyertaimu,,,,, (Sambil menyemangati diri sendiri juga tentunya hehehe….)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More